Upaya Meningkatkan Omzet Penjualan Distributor

 

Sejatinya, meningkatnya omzet dalam penjualan merupakan gambaran sukses dari pengelolaan penjualan (sales management) yang dilakukan sebuah perusahaan, khususnya perusahaan distribusi. Lalu, bagaimana mengelola penjualan ini agar omzet usaha distributor Anda meningkat?

Strategi yang ampuh dan efektif dalam meningkatkan penjualan produk barang bisa memakai berbagai cara, sistem dan inovasi. Semakin banyak toko yang Anda jangkau, semakin banyak pula angka penjualan yang bisa dicapai.

Bagi Anda yang bekerja di perusahaan penjualan distributor, berikut adalah beberapa cara efektif untuk meningkatkan omzet perusahaan. Salah satu caranya adalah dengan meningkatkan pemerataan barang. Nah, pemerataan barang ini dapat dilakukan dengan beberapa cara.

Pertama, sesuaikan jumlah tenaga penjual secara efektif. Untuk itu perlu diketahui: jumlah populasi di suatu area, jumlah outlet secara keseluruhan (universe), target yang di-cover, dan exist coverage. Misalnya, populasi di suatu area: 1.000.000, dengan asumsi 100 orang diwakili 1 toko, maka jumlah outlet universe adalah: 1.000.000/100 = 10.000 toko. Dengan begitu, target yang akan di-cover adalah: 20% x 10.000 = 2.000 toko. Dari mana 20%-nya? Angka 20% adalah asumsi jumlah toko/outlet yang di-cover dari total 100% toko universe yang ada. Apakah angka ini bisa ditambah lagi? Bisa, tergantung kondisi perusahaan (baru/existing/mature), dan produk yang akan dijual.

Lalu, untuk mengetahui exist coverage tiap tenaga penjual adalah: 1 tenaga penjual x 25 outlet (target kunjungan toko) x 5 (5 hari dalam seminggu, sesuaikan dengan Jam Kerja Ketenagakerjaan) = 125.

Maka, setelah mengetahui 4 poin tersebut, dapat ditentukan jumlah salesman ideal, yakni:
2.000 (target toko yang akan di-cover) / 125 exist coverage = 16 salesman.

Jadi, lakukan penambahan tenaga penjual berdasarkan: existing coverage vs universe outlet tersebut. Selain itu, perlu juga mempersiapkan para salesman-nya sebelum melakukan penjualan, Persingkat cycle time penjualan. Ubah pola penjualan: dari menunggu konsumen datang dengan sistem jemput bola. Caranya, misal, dengan melakukan direct selling, bekali supir dan helper dengan kemampuan menjual. Atau, membuatkan penawaran khusus secara personal ke calon customer melalui telpon dan disampaikan oleh helper kepada setiap outlet yang dilewati.

Kedua, buat program yang unggulan, gunakan Marketing Mix (4P). Konsep marketing mix merupakan salah satu konsep dalam pemasaran modern, yang sangat menentukan keberhasilan perusahaan dalam mengejar maksimum profit. Konsep marketing mix ini mencakup: product, place, price, dan promotion.

  • Product adalah tawaran untuk memuaskan kebutuhan dari perusahaan. Tawaran ini dapat berbentuk barang, jasa, atau campuran keduanya. Produk menggambarkan bagaimana perusahaan menciptakan produk yang tepat untuk pasar sasaran. Berkaitan dengan produk adalah pemberian merek, pengemasan, jaminan, pengembangan produk baru, kualitas produk dan lini produk yang ada.
  • Place adalah bagaimana perusahaan membuat produk/jasanya tersedia dalam jumlah dan lokasi yang tepat ketika konsumen memerlukan produk/jasa tersebut. Untuk lebih sederhana, tempat di sini dapat dipahami sebagai saluran distribusi yang akan digunakan oleh perusahaan dalam mendistribusikan produknya. Berkaitan dengan tempat adalah wholesaler (termasuk distributor, pedagang besar), retailer (pengecer), dan logistik.
  • Price adalah sejumlah uang yang perlu dibayarkan konsumen untuk mendapatkan tawaran perusahaan. Jika perusahaan melihat harga sebagai pendapatan, maka konsumen melihat harga sebagai biaya. Untuk itu, perlu diperhatikan adalah tujuan penetapan harga, kebijakan harga yang digunakan, dan bagaimana menetapkan harga di dunia bisnis.
  • Promotion adalah bagaimana perusahaan mengkomunikasikan produk/jasanya kepada saluran distribusi dan pasar sasarannya untuk mempengaruhi sikap dan perilaku mereka. Promosi dibedakan menjadi 3, yaitu penjualan pribadi (personal selling), penjualan massa (mass selling), dan promosi penjualan (sales promotion).

Ketiga, tingkatkan konversi penjualan. Bagi brand, produk yang sudah terdistribusi, upayakan tingkatkan konversi penjualan dengan teknik 4P di atas. Antara lain dengan cara: perbaiki tampilan (toko, website, front office), kata-kata yang menjual, dan customer service yang ramah.

Keempat, rapikan setiap pencatatan. Bagi distributor, pencatatan ini sangat penting untuk mendukung operasional bisnisnya. Mulai dari catatan harga terbaru, data outlet aktif dan pasif, stok, piutang, omzet  dan agenda promo. Semua data pencatatan tersebut bisa digunakan semaksimal mungkin untuk kepentingan bisnis. Tentu saja, akan lebih mudah dan efektif jika proses pencatatan itu sudah memanfaatkan aplikasi (software).

Nah, jika cara-cara dalam pengelolaan penjualan (sales management) itu bisa dilakukan dengan baik, maka omzet penjualan perusahaan pun diproyeksikan bisa meningkat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: