Pos

Implementasikan SFA Agar Penjualan Meningkat

sumber: freepik.com

Pada hampirseluruh bisnis, sales adalah ujung tombak laju pertumbuhan perusahaan. Profesi ini tidak heran selalu dibayar tinggi walaupun tantangan yang mengiringinya pun juga tinggi. Walaupun tugas utamanya adalah menghasilkan omzet, sejatinya setiap sales memiliki karakter yang berbeda tergantung darijenis bisnis perusahaannya.

Pada bisnis distribusi, tenaga penjualan yang lebih sering disebut dengan salesforce. Merekalah yang berada di lapangan, membuka peluang pasar, memonitor terserapnya produk hingga mengatur pengiriman barang ke grosir maupun ritel.  Kompleksitas tugas salesforce membuat setiap perusahaan diharuskan membangun sistem yang dapat mengotomasi seluruh fungsi-fungsi yang ada didalamnya.

Otomasi sistem penjualan ini sering disebut dengan Sales Force Automation (SFA). Pada dasarnya SFA adalah merupakan sebuah sistem yang dapat menyederhanakan proses-proses bisnis serta tugas-tugas yang biasanya dilakukan oleh tim penjualan (sales).Tujuannya adalah membuat proses bisnis menjadi lebih efisien dan tim sales pun dapat berfokus pada melakukan penjualan.

Berikut beberapa fungsi-fungsi yang dapat diotomasi oleh SFA

    1. Proses pemesanan dan pembelian
    2. Pelacakan seluruh proses penjualan
    3. Monitoring lokasi dan keberadaan sales dengan GPS
    4. KPI sales force
    5. Pelaporan dan analitik.

Lalu, sebenarnya apa sih fungsi detail SFA itu?

  1. Membuat manajemen sales menjadi lebih efisien

sumber: unsplash.com

 

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, penjualan merupakan sebuah proses yang kompleks. Penjualan tidak saja proses serah terima barang dan kemudian terjadi transaksi, namun lebih dari itu banyak proses yang mengiringi untuk sampai pada transaksi tersebut. 

Misalnya saja, seorang sales harus mengetahui dengan pasti target pasarnya, mengenal wilayah distribusi produknya hingga mengetahui karakter para pelanggannya. Tugas berat lainnya adalah setiap salesforce diwajibkan membuat laporan berkala, yang seringkali masih ditemui dilakukan secara manual. Tidak dipungkiri, kerumitan proses-proses tersebut justru akhirnya menghabiskan lebih banyak waktu daripada tugas inti seorang sales yaitu meningkatkan omzet.

SFA membuat hampir seluruh proses diatas terdigitalisasi dan terintegrasi dengan fungsi-fungsi lain dalam bisnis. Pada akhirnya, SFA akan memudahkan pekerjaan salesforce dan membuat mereka dapat fokus pada pekerjaan utamanya untuk memperluas pasar dan mendapatkan pelanggan-pelanggan baru.

  1. Mempermudah proses Up selling dan Cross Selling

Melalui data-data penjualan yang termuat pada sistem, maka SFA dapat membantu proses-proses pemasaran diantaranya up selling dan cross selling. Kedua aktivitas ini pada dasarnya adalah bagian dari promosi atau gimmick marketing.  Dengan SFA, tim penjualan dapat memutuskan produk mana yang dapat diberi program up selling dan mana yang bisa dilakukan cross selling.

Tujuannya, tentu saja akan meningkatkan jumlah produk yang terserap di pasar dan pada akhirnya memberi income baru bagi perusahaan.

  1. Menghemat waktu operasional

Salah satu manfaat yang bisa didapatkan dari SFA adalah dapat menghemat waktu, biaya dan tenaga tim penjualan. Jika dulunya butuh waktu yang lama untuk menyajikan laporan data pelanggan, mencatat laporan kunjungan harian dan aktivitas administrasi lainnya, dengan SFA Anda sudah bisa menyajikan data secara real time dan bisa diakses melalui smartphone Anda dimana pun.

Selain itu, SFA akan mengurangi kesalahan pada penginputan data untuk tugas-tugas penjualan yang dulu dilakukan manual dan memakan waktu yang cukup lama Artinya dengan SFA, staf penjualan dapat lebih mudah untuk update data tersebut kapanpun dan dimanapun karena berbasis cloud.

  1. Meningkatkan pelayanan dan membangun relasi dengan pelanggan

Aplikasi SFA ini dirancang untuk membantu bagian marketing dalam menarik dan mempertahankan pelanggan, account management dan yang paling penting untuk memberikan keuntungan dari penjualan. Selain itu SFA juga membantu para manajer baik pada aktivitas yang berhubungan langsung dengan pelanggan maupun aktivitas internal perusahaan yang selalu berjuang untuk memenuhi permintaan pelanggan.

Dengan pelayanan yang optimal terbentuk suatu hubungan relasi baik antara pelanggan dengan sales person.

Sales Force Automation

4 Alasan Perusahaan FMCG Membutuhkan SFA

Dalam bisnis apapun, pelayanan kepada pelanggan menjadi hal mutlak yang harus dibangun. Apalagi bisnis Fast Moving Consumer Goods (FMCG) yang langsung menuju target individual. Pelayanan menentukan kepuasan dan pada akhirnya kepuasan menumbuhkan kepercayaan. Bagaimana membangun semua itu? Jawabannya adalah strategi yang terintegrasi sejak produksi hingga penjualan  termasuk di dalamnya bagaimana menangani dan mengelola tenaga penjualan yang sehari-harinya berhubungan dengan retail besar, kecil maupun pengecer lainnnya.

Dalam dunia distribusi dikenal istilah Sales Force Automation (SFA) yaitu suatu sistem yang mengotomisasi dan mengintegrasikan seluruh kegiatan penjualan melalui sebuah software.  PT Pratesis sebagai salah satu pengembang aplikasi distribusi yang berpengalaman, mendukung kinerja tim sales melalui pengembangan Sales Force Automation (SFA) untuk  target penjualan. SFA akan memudahkan proses otomasi fungsi bisnis seperti proses penjualan, melacak interaksi pelanggan, serta menganalisis prakiraan dan kinerja sales untuk meningkatkan pendapatan dan layanan pelanggan.

Secara umum, SFA mengandung tiga komponen yaitu:

  • Contact management:  Memperbarui daftar kontak, berbagi, membuat janji temu,  melacak tugas, mengatur waktu hingga membuat daftar aktivitas.
  • Pipeline Management: Menyimpan segala informasi tentang siklus penjualan seperti mengelola prospek, meramalkan penjualan, memperkirakan potensi hingga mengidentifikasi prospek.
  • Sales Management: Berhubungan dengan pelaporan manajemen penjualan hingga ke dalam sistem yang sudah terintegrasi.

Ada beberapa hal yang membuat perusahaan FMCG Anda membutuhkan SFA, yaitu:

  1. Tim Penjualan Menjadi Lebih Fokus

Dengan menggunakan SFA, tim penjualan akan lebih fokus pada target penjualan. Di lapangan, mereka bukan sekadar menjual produk dan memberikan pelayanan pada para pelanggan. Lebih jauh lagi, tim penjualan sudah menempati posisi di atas itu, yaitu sebagai konsultan produk yang dia bawa. Mereka diibaratkan “muka perusahaan” yang memahami produknya lebih dari pengecer dan konsumennya. Dengan SFA, banyak pekerjaan yang disederhanakan, laporan-laporan pun real time sehingga pusat lebih mudah memantau pekerjaan tim penjualan.

  1. SFA Membantu Meningkatkan Penjualan

SFA membuat seluruh aktivitas salesman menjadi lebih terukur. Sistem kerja tim penjualan yang lebih profesional akan meningkatkan kinerja dan pada akhirnya produktivitas juga ikut meningkat.

  1. Proses Penjualan Lebih Efisien

Dalam sistem yang masih manual,  waktu dan tenaga tim penjualan itu lebih dari setengahnya dihabiskan untuk tugas-tugas non penjualan atau administrasi. Jika otomisasi ini tidak dibangun, pelayanan ke para pelanggan akan terhambat yang dapat berimbas pada penjualan. Penggunaan software SFA akan membuat tim penjualan lebih fokus pada tugas inti mereka yaitu meningkatkan sales.  Proporsi pekerjaan administrasi berkurang sehingga tim dapat membantu memikirkan strategi-strategi apa lagi yang harus dikembangkan.

  1. Memudahkan Alur Kerja

Penggunaan software SFA akan memangkas proses alur kerja tim penjualan. Alur kerja jadi makin mudah, sehingga lebih terarah. Semua tim pun akan bisa bekerja lebih efektif dan efisien. Pada akhirnya, perusahaan FMCG dapat melaju dengan pesat.

Software SFA benar-benar diperlukan pada perusahaan FMCG. Pengggunaan software ini sangat membantu jalannya operasional tim penjualan. Jadi, untuk meningkatkan performa perusahaan Anda, sudah saatnya menggunakan software SFA.

 

Photo by Lukas from Pexels