Pos

Sales Force Automation

4 Alasan Perusahaan FMCG Membutuhkan SFA

Dalam bisnis apapun, pelayanan kepada pelanggan menjadi hal mutlak yang harus dibangun. Apalagi bisnis Fast Moving Consumer Goods (FMCG) yang langsung menuju target individual. Pelayanan menentukan kepuasan dan pada akhirnya kepuasan menumbuhkan kepercayaan. Bagaimana membangun semua itu? Jawabannya adalah strategi yang terintegrasi sejak produksi hingga penjualan  termasuk di dalamnya bagaimana menangani dan mengelola tenaga penjualan yang sehari-harinya berhubungan dengan retail besar, kecil maupun pengecer lainnnya.

Dalam dunia distribusi dikenal istilah Sales Force Automation (SFA) yaitu suatu sistem yang mengotomisasi dan mengintegrasikan seluruh kegiatan penjualan melalui sebuah software.  PT Pratesis sebagai salah satu pengembang aplikasi distribusi yang berpengalaman, mendukung kinerja tim sales melalui pengembangan Sales Force Automation (SFA) untuk  target penjualan. SFA akan memudahkan proses otomasi fungsi bisnis seperti proses penjualan, melacak interaksi pelanggan, serta menganalisis prakiraan dan kinerja sales untuk meningkatkan pendapatan dan layanan pelanggan.

Secara umum, SFA mengandung tiga komponen yaitu:

  • Contact management:  Memperbarui daftar kontak, berbagi, membuat janji temu,  melacak tugas, mengatur waktu hingga membuat daftar aktivitas.
  • Pipeline Management: Menyimpan segala informasi tentang siklus penjualan seperti mengelola prospek, meramalkan penjualan, memperkirakan potensi hingga mengidentifikasi prospek.
  • Sales Management: Berhubungan dengan pelaporan manajemen penjualan hingga ke dalam sistem yang sudah terintegrasi.

Ada beberapa hal yang membuat perusahaan FMCG Anda membutuhkan SFA, yaitu:

  1. Tim Penjualan Menjadi Lebih Fokus

Dengan menggunakan SFA, tim penjualan akan lebih fokus pada target penjualan. Di lapangan, mereka bukan sekadar menjual produk dan memberikan pelayanan pada para pelanggan. Lebih jauh lagi, tim penjualan sudah menempati posisi di atas itu, yaitu sebagai konsultan produk yang dia bawa. Mereka diibaratkan “muka perusahaan” yang memahami produknya lebih dari pengecer dan konsumennya. Dengan SFA, banyak pekerjaan yang disederhanakan, laporan-laporan pun real time sehingga pusat lebih mudah memantau pekerjaan tim penjualan.

  1. SFA Membantu Meningkatkan Penjualan

SFA membuat seluruh aktivitas salesman menjadi lebih terukur. Sistem kerja tim penjualan yang lebih profesional akan meningkatkan kinerja dan pada akhirnya produktivitas juga ikut meningkat.

  1. Proses Penjualan Lebih Efisien

Dalam sistem yang masih manual,  waktu dan tenaga tim penjualan itu lebih dari setengahnya dihabiskan untuk tugas-tugas non penjualan atau administrasi. Jika otomisasi ini tidak dibangun, pelayanan ke para pelanggan akan terhambat yang dapat berimbas pada penjualan. Penggunaan software SFA akan membuat tim penjualan lebih fokus pada tugas inti mereka yaitu meningkatkan sales.  Proporsi pekerjaan administrasi berkurang sehingga tim dapat membantu memikirkan strategi-strategi apa lagi yang harus dikembangkan.

  1. Memudahkan Alur Kerja

Penggunaan software SFA akan memangkas proses alur kerja tim penjualan. Alur kerja jadi makin mudah, sehingga lebih terarah. Semua tim pun akan bisa bekerja lebih efektif dan efisien. Pada akhirnya, perusahaan FMCG dapat melaju dengan pesat.

Software SFA benar-benar diperlukan pada perusahaan FMCG. Pengggunaan software ini sangat membantu jalannya operasional tim penjualan. Jadi, untuk meningkatkan performa perusahaan Anda, sudah saatnya menggunakan software SFA.

 

Photo by Lukas from Pexels