Pos

Implementasi Perfect Store Untuk Meningkatkan Penjualan

Pada artikel sebelumnya, kita sudah membahas apa itu Perfect Store dan mengapa pelaku bisnis FMCG harus menerapkannya. Definisi Perfect Store adalah toko dimana 6P (Product, Pack, Placement, Promotion, Price & Proposition) diterapkan dengan sempurna. Tujuannya agar pelanggan mendapat pengalaman belanja maksimal yang kemudian mendorong peningkatan pembelian barang. Perfect Store penting dalam industri FMCG karena mampu menyelaraskan profil setiap toko dengan kondisi pasar, serta merupakan cara menjangkau lebih banyak pelanggan.

 

implementasi perfect store1

sumber : unsplash.com

Pada dasarnya Perfect Store adalah toko yang menyajikan pengalaman berbelanja yang nyaman bagi konsumen. Konsep ini dapat diimplementasikan dengan bantuan pengecer dan agen/perwakilan penjualan mendorong membangun citra merek Konsep ini memang lahir dari perusahaan FMCG multinasional, dengan istilah yang berbeda-beda sepertiPerfect Store” oleh Unilever, “Golden Store” oleh P&G, “RED – Right Execution Daily” oleh Coca-Cola serta “Eksekusi Tanpa Cela (Flawless Execution)” oleh PepsiCo.

  • Lalu, bagaimana implementasi terbaik Perfect Store agar dapat membantu meningkatkan penjualan?

implementasi perfect store2

sumber : freepik.com

    1. Mengetahui Pola Perilaku Konsumen

Perusahaan yang bergerak di produk FMCG kerap melakukan riset untuk mengetahui pola perilaku konsumennya, salah satunya bagaimana pergerakan atau lintasan konsumen di dalam toko. Dengan mengetahui pola-pola impulsif pelanggan dalam berbelanja, pemilik merek dapat menentukan dimana posisi ideal produknya pada masing-masing toko. Contoh sederhana, seorang Ibu bisa jadi masuk ke minimarket hanya untuk membeli roti, namun karena disamping rak roti ada selai dan mentega, Ia pun secara impulsif membeli dua barang itu. Begitu juga barang-barang kebersihan di dalam rumah, selalu berada pada kelompoknya. Tidak heran juga, di dekat pembersih noda terdapat kain lap yang digantung begitu saja. Semua hal tersebut pada dasarnya untuk mendorong sikap impulse buying.

    1. Menerapkan 5P dengan sempurna

 

Product, Placement, Promotion, Price, Pack dan Proposition (6P) merupakan hal paling mendasar dalam implementasi Perfect Store.

Produk (product) yang ditempatkan di toko sangatlah penting. Tidak semua toko perlu menjual produk yang sama, banyak faktor pertimbangan lokasi toko terbaik untuk masing-masing produk. Pendekatan dengan target pengunjung setiap wilayah toko dapat membantu menciptakan basis pembelanja setia. Ketersediaan produk juga perlu diperhatikan. Untuk barang-barang dengan sifat substitusi yang tinggi, saat produk kita terlambat sampai atau kosong, dapat menyebabkan konsumen berpindah ke merek kompetitor.

Dari sisi “placement” sangat penting dipikirkan, dimana produk diletakkan pada toko agar memancing pembelian baru. Contoh kita sering sekali melihat di kasir terdapat mainan dan makanan anak. Pemilik toko memahami, orang tua yang berbelanja membawa anak, akan menghabiskan waktu saat antri membayar. Saat itulah, fokus mata anak akan tertuju pada barang-barang di depan kasir yang mendorong terjadinya pembelian.

Sementara itu, promotion dan price merupakan dua hal yang tidak terpisah. Promotion dapat berupa pengurangan harga, bundling dengan produk—produk lain, program hadiah atau inisiatif-inisiatif lain. Sementara penentuan harga adalah bagaimana barang tetap kompetitif, mengingat konsumen FMCG adalah konsumen yang cukup sensitif terhadap harga.

Kemasan atau packaging turut menentukan keputusan pembelian dari konsumen. Untuk itu sangat perlu dikembangkan kemasan yang menarik sesuai target pasar produk masing-masing. Terakhir adalah proposition, yaitu bagaimana produsen menentukan posisi produknya dibandingkan kompetitor, didalamnya termasuk keunikan serta “janji” apa yang diberikan kepada konsumen.

    1. Kembangkan Key Performance Indicators

Setiap toko ritel harus menentukan standar Perfect Store nya sendiri. Semua tergantung pada target pasar, saluran distribusinya dan lain-lain. Tetapi secara keseluruhan, bahwa terdapat 4 Key Performance Indicators (KPI) utama yang mempengaruhi keputusan pembeli, dan untuk itu Anda harus menentukan target yang jelas.

Empat KPI tersebut yaitu,

      1. Availability yang meliputi ketersediaan produk, variasi produk, penjelasan out of stock.
      2. Visibility yang meliputi bagaimana produk ditampilkan, bagian dan tingkatan rak, planogram, serta tata letak tampilan.
      3. Display yang meliputi (Jumlah produk ditampilkan, penempatan etalase, pengenalan produk baru/NPI serta program promo.
      4. Value yang meliputi harga, perceived value, rekomendasi.

Keempat KPI tersebut harus dapat dimonitor dengan baik, agar penerapan Perfect Store berjalan dengan optimal.

Apa itu Perfect Store dan Bagaimana Cara Menerapkannya?

Apaitu penerapan Perfect Store? Saat berbelanja ritel ke toko, pernahkah kita berpikir bagaimana pekerja toko mengatur penempatan barang-barang di outlet? Apakah hanya dikelompokkan berdasarkan jenisnya, seperti makanan dan alat kebersihan pada tempat sendiri. Namun, sering kali kita melihat beberapa merek yang diletakkan pada rak-rak terdepan, sementara ada merek lain untuk jenis serupa yang diletakkan di belakang.

 

sumber : unsplash.com

  • Bagaimana bisa demikian?

Salah satu kebutuhan menghadapi kompetisi bisnis ritel adalah pemetaan penempatan strategis produk-produk di outlet, yang mudah menarik perhatian konsumen dan akan berdampak langsung pada peningkatan penjualan. Perfect store adalah metode yang mengakomodir kegiatan tersebut. Definisi Perfect store adalah toko dimana 6P (Product, Pack, Placement, Promotion, Price & Proposition) diterapkan dengan sempurna. Tujuannya agar pelanggan mendapat pengalaman belanja maksimal yang kemudian mendorong peningkatan pembelian barang. Perfect Store penting dalam bisnis FMCG karena mampu menyelaraskan profil setiap toko dengan kondisi pasar, serta merupakan cara menjangkau lebih banyak pelanggan.

Penggunaan terminologi yang dipakai berbeda-beda untuk setiap perusahaan FMCG, namun sebenarnya merujuk pada kegiatan yang sama. “Perfect Store” digunakan oleh Unilever, “Golden Store” oleh P&G, “RED –Right Execution Daily” – oleh Coca-Cola, “Flawless Execution” oleh PepsiCo dan “Pictures of Success” oleh Belfoods dan Sinarmas.

  • Penerapan Perfect Store

Penerapan Perfect Store bisa berbeda untuk tiap outlet. Seorang salesman atau salesforce harus mengetahui karakter setiap toko untuk menerapkan Perfect Store dengan baik. Beberapa faktor pertimbangan yang harus dianalisis dengan matang di setiap toko diantaranya:

  1. Bagaimana pengelompokan barang yang sesuai?
  2. Bagaimana strategi harga dan promosi yang terbaik?
  3. Dimana lokasi terbaik produk Anda di dalam toko?
  4. Bagaimana display terbaik?

Selain itu, prinsipal atau distributor juga harus mengetahui karakter pengunjung setiap toko. Karakter disini seperti bagaimana mereka memilih produk, bagaimana rute pengunjung saat memutari toko, termasuk bagaimana respon mereka terhadap promo-promo yang adalah di dalam toko. Pola pelayanan toko juga sangat mempengaruhi keputusan pembelian. Ini juga dapat menjadi pertimbangan distributor dalam memutuskan toko mana yang paling tepat untuk menjual produknya.

sumber : unsplash.com

Bagi pebisnis FMCG yang baru akan menerapkan Perfect Store, pola utama yang harus dilihat adalah saat pelanggan memasuki toko. Umumnya, mereka akan tertarik terhadap barang-barang yang mendapat display besar, di tempat strategis atau mendominasi. Kemudahan mendapatkan barang di rak juga sangat penting, misalnya satu merek mendapat posisi hingga 2-3 baris dalam satu rak sehingga posisinya terlihat dominan dan mencolok pandangan mata. Peluang pembelian umumnya akan lebih besar untuk produk-produk dengan display seperti ini.

Namun tugas toko tidak hanya membuat mereka membeli produk tersebut, namun bagaimana mereka memenuhi keranjang belanjanya lebih banyak lagi atau bagaimana “impulse buying” terjadi pada setiap konsumen. Agar impulse buying terjadi, maka toko perlu merancang strategi lain seperti promosi diskon,promosi bundling atau promosi member club.

Penerapan Perfect Store harus dibarengi dengan pengumpulan data yang akurat. Data-data ini akan menjadi dasar pengambilan keputusan untuk berbagai strategi penyempurnaan penerapan berikutnya atau implementasi yang sama di toko toko yang lain.