Modern

PERDAGANGAN RITEL MODERN

KANAL DISTRIBUSI YANG PALING BERKEMBANG PESAT DI INDONESIA

Kanal Perdagangan Ritel Modern merupakan kanal distribusi dengan pertumbuhan paling cepat bagi perusahaan barang konsumsi di Indonesia. Dengan sekitar 25.000 toko (data tahun 2014), kanal perdagangan ritel modern pantas diperhitungkan sebagai tenaga penggerak distribusi yang kuat. Sekarang para peritel modern tidak hanya meluaskan bisnisnya di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, tetapi juga ke luar ibu kota provinsi hingga ke kepulauan timur Indonesia yang umumnya belum tergarap dan kurang fasilitas.

Menurut studi AC Nielsen pada tahun 2007, jumlah pasar tradisional di Indonesia turun 8% dan perdagangan modern tumbuh 31,4% tiap tahunnya. Berdasarkan data dari Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), jumlah gerai ritel modern melonjak dari 11.927 pada tahun 2007 menjadi 36.000 pada tahun 2015, dengan toserba atau mini market sebagai segmen yang berkembang paling pesat di sektor tersebut, meningkat 400% dalam 10 tahun terakhir. Pada periode yang sama, jumlah pasar tradisional menurun dari 13.550 pada tahun 2007 menjadi 12.000 pada tahun 2015.

Mini market adalah penggerak ekspansi Perdagangan Modern di Indonesia. Mini market telah diizinkan untuk mendirikan kanal distribusinya sendiri dan menjual produknya langsung di area pemukiman sehingga menjadi pesaing langsung bagi toko-toko kelontong milik pribadi (R1, R2, & R3) yang barang dagangannya bersumber dari pasar tradisional.

Sedangkan di pusat kota, perusahaan ritel modern yang lebih besar seperti hipermarket dan supermarket tidak hanya menawarkan pengalaman belanja yang lebih nyaman tetapi juga menyajikan ruang menarik lainnya seperti fasilitas hiburan, tempat makan, dan rekreasi. Selain itu, peritel modern lebih terampil dalam penjualan dan bersedia berinvestasi lebih untuk strategi promosi demi memikat minat pembeli.

3 kategori gerai Perdagangan Modern

National Key Accounts

Rantai ritel yang beroperasi secara nasional dengan gerai di seluruh Indonesia. Memiliki Syarat Perdagangannya sendiri, yang terdiri dari berbagai jenis biaya (sewa ruang, pendaftaran barang, dll), diskon, dan rabat. Syarat Perdagangannya bisa jadi lebih kompleks, mencakup kembalian, diskon, dana promosi, rabat, dan biaya distribusi serta biaya insidental untuk pembukaan toko baru dan kegiatan di dalam toko. Umumnya, seorang Key Account Manager bertindak atas nama pemberi amanat dan menegosiasikan syarat perdagangan dengan mempertimbangkan target penjualan tahunan.

Regional Key Accounts

Mirip dengan National Key Accounts, beroperasi secara eksklusif di area atau ceruk pasar tertentu. Syarat Perdagangannya berbeda dari National Key Accounts karena jumlah gerainya cenderung lebih kecil. Dengan demikian, jumlah gerai yang lebih sedikit berarti posisi tawar yang lebih rendah.

Local Modern Accounts

Dimiliki secara lokal, biasanya tanpa syarat perdagangan yang kompleks. Terlepas dari istilahnya, tidak berarti Local Modern Accounts hanya dijalankan oleh pemain kecil saja. Di beberapa kota, ketidakhadiran pesaing level nasional justru menjadi peluang bagi pebisnis besar lokal untuk mengembangkan bisnis ritelnya. Local Modern Accounts terbaik adalah supermarket dengan mekanisme operasi profesional yang kadang justru dapat mengungguli gerai National Key Accounts.

Perdagangan modern berdasarkan kelengkapan jenis barang

  • Hypermarket – Gerai besar, dengan hampir semua jenis barang dari mesin cuci hingga permen karet.
  • Supermarket – Toko makanan besar dengan sekitar 50.000 unit jenis pasokan di rak jualnya.
  • Mini Market – Kategori dengan perkembangan tercepat di segmen perdagangan modern, penetrasi tinggi di area pemukiman, pengganti gerai ritel tradisional sebagai pilihan pertama untuk belanja. Harga barang di mini market tidak jauh berbeda dari pasar tradisional, tapi kesan yang dibangun (bersih, ber-AC, terkelola rapi) umumnya sedikit memengaruhi harga barang dagangan.
  • Toserba (Convenience Store) – Konsep toko baru yang muncul karena kebutuhan dan terbukti jitu bagi brand-brand internasional modern (mis. Seven Eleven). Fokus pada makanan dan minuman siap konsumsi, dilengkapi area kecil untuk menjual barang konsumsi seperti Mini Market, konsep baru ini jadi tempat nongkrong favorit.

Sekarang para peritel modern tidak hanya meluaskan bisnisnya di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, tetapi juga ke luar ibu kota provinsi hingga ke kepulauan timur Indonesia yang umumnya belum tergarap dan kurang fasilitas. Situasi ini menarik investor asing. Pemain baru seperti AEON Jepang, Lotte Korea, Courts Inggris, dan IKEA Swedia muncul beriringan dengan merek-merek besar lokal seperti Matahari Group, Trans Group, dan Hero Supermarket. Meskipun Indonesia adalah pasar besar, tingkat penetrasi pasar modern masih rendah (12%) dibandingkan dengan Thailand, Malaysia, dan Singapura dengan masing-masing tingkat penetrasi sebesar 42%, 53%, dan 70%. Artinya, masih terbuka luas peluang untuk pertumbuhan peritel modern, khususnya di daerah.