Solusi Industri

Di Indonesia, perusahaan harus bisa menjalin relasi usaha dengan jutaan peritel di seluruh penjuru negeri, terhubung dengan 4,1 juta toko online dan offline

Gerai modern menggantikan peran pasar basah dan kios. Inilah gelombang perubahan besar yang terjadi dalam lanskap ritel Indonesia. Secara geografis, konsentrasi ritel juga bergerak menjauh dari Jabodetabek dan kawasan wisata utama Bali ke berbagai ibu kota provinsi lainnya di Indonesia. Selain itu, pergerakan ekonomi digital modern juga mengiringi langkah lanskap ekonomi Indonesia memasuki abad ke-21.

Tradition-big

Perdagangan tradisional: masih dominan

Menurut studi terkini, perdagangan tradisional akan tetap mendominasi lanskap ritel Indonesia hingga satu setengah dekade ke depan. Perdagangan tradisional, seperti pasar basah dan warung, merupakan penyumbang 85,2% dari total $95 miliar nilai penjualan barang konsumsi. Diperkirakan masih akan menyumbang 82,3% dari total $147 miliar nilai penjualan, perdagangan tradisional masih menjadi kunci perekonomian di sebagian besar wilayah Indonesia yang berupa pedesaan atau semi-pedesaan.

Modern-big

Perdagangan modern: Kanal yang Tumbuh Pesat

Pasar tradisional Indonesia semakin tergantikan oleh gerai modern yang memberikan kenyamanan lebih. Gerai modern seperti minimarket telah mengantongi izin untuk membangun saluran distribusi di daerah permukiman sehingga dapat langsung menjangkau masyarakat. Hal ini tentunya berdampak pada toko-toko milik pribadi yang memperoleh barang dagangannya dari pasar tradisional. Saat ini waralaba minimarket sudah menjadi bagian penting dalam perdagangan modern dengan pangsa pasar yang terus meningkat.

omni-big

Ritel Omnikanal: Dunia Baru

Pelanggan kian akrab dengan berbagai jenis perdagangan, baik lewat saluran tradisional maupun digital. Para peritel perlu berbenah agar ekosistem operasional mereka mampu memenuhi ekspektasi ini. Lewat ritel omnikanal, banyak bisnis telah berhasil mengKapitalisasi peluang baru tanpa mereduksi nilai utama mereka. Kunci solusinya bukan secepat apa peritel bisa merespons dan menyelaraskan rantai nilai dengan format ritel omnikanal, tetapi pendekatan apa yang akan diambil.