Strategi Mengoptimalkan Pesanan Online

Zaman sudah beralih ke era digital. Hampir seluruh aktivitas dapat bisa dilakukan secara online. Untuk ini, perlu disusun strategi pemesanan online yang tepat, karena tanpa perlu keluar rumah, orang sudah bisa mendapatkan semua kebutuhan bahkan mencari uang hanya dari kamar tidur. Terlebih di masa pandemi ini, penggunaan perangkat digital semakin meningkat, mobilitas manusia yang harus dikurangi secara besar-besaran seakan bukan penghalang lagi, karena ada cara yang lebih praktis dan efisien dalam mendapatkan berbagai barang dan atau jasa.

online delivery

sumber : freepik.com

Penjualan di beberapa marketplace mengalami peningkatan hingga berkali-kali lipat selama masa pandemi. Semua karena kebiasaan orang kini berpindah, dari berbelanja secara offline menjadi berbelanja online.

Sebagai pemilik perusahaan, Anda tentu harus beradaptasi dengan kondisi ini. Anda sudah harus melek teknologi agar dapat ikut bermain di serunya pasar digital.

Salah satu hal yang harus Anda lakukan adalah membuka jalur pemesanan online. Untuk ini, perlu disusun strategi pemesanan online yang tepat, agar produk cepat diterima konsumen. Inilah strategi yang bisa Anda lakukan agar bisnis Anda meningkat melalui pemesanan online:

    1. Siapkan Pintu

Pintu yang dimaksud adalah tempat para pelanggan bisa memesan produk Anda. Pintu itu bisa berupa website, media sosial, atau marketplace. Jangan ragu membuat website karena bisa menjadi pondasi utama supaya penjualan semakin luas, berkembang, dan dikenal khalayak tentunya. Jika di dunia nyata Anda punya toko fisik dan karyawan yang menjaganya, maka di dunia maya website adalah ‘toko’ Anda dan admin adalah yang menjaga serta melayani pembeliannya. Sebaiknya website selalu online 24 jam, cepat diakses, anti ribet-ribet club, dan aman dalam transaksi.

    1. Gunakan Tema Profesional dan Dapatkan Pelanggan dari Trafik Organik

Layaknya sebuah toko, website juga harus memiliki tampilan eye catching serta menggunakan tema profesional. Tidak bisa dipungkiri, tampilan pertama mampu mempengaruhi calon konsumen.

Selanjutnya, website menerapkan teknik Search Engine Optimization (SEO) agar search engine friendly dan mudah ditemukan di hasil pencarian Google.

    1. Menerapkan Strategi Content Marketing

Anda sudah tidak asing lagi dengan kata konten, bukan. Konten bisa menjadi daya tarik tersendiri, terutama pada media sosial, seperti Facebook, Instagram, dan Twitter. Buatlah konten yang memiliki nilai manfaat, relate dengan perkembangan zaman, relevan, menarik, dan membangun komunikasi (audience).

Strategi konten marketing ini memungkinkan Anda mendapatkan trafik yang tinggi dan menjadi nilai jual. Informasi yang disampaikan bisa berupa produk, bahan yang digunakan, tips, fakta unik, serta manfaat yang dikemas dalam bentuk narasi artikel, gambar, dan video.

    1. Memahami Kebutuhan Konsumen Melalui Promosi dan Diskon

Siapa bilang promo dan diskon hanya bisa didapat saat belanja offline? Pecinta belanja online masa kini pun menginginkan kedua hal menarik ini. Percaya atau tidak, ketika dua kata magic ini digunakan, maka konsumen pun merasa tertarik untuk berbelanja meski sebenarnya belum terlalu diperlukan. Misal, memberikan hadiah sabun mandi setiap pembelian minimal 3 botol sampo. Agar memahami lebih dalam, pihak produsen atau perusahaan dapat melakukan survei atau polling sederhana.

    1. Memaksimalkan Kekuatan Personal Branding

personal branding

sumber : freepik.com

Terakhir, salah satu strategi pemesanan online untuk meningkatkan bisnis adalah memaksimalkan kekuatan personal branding. Personal branding berfungsi untuk mempromosikan diri beserta pencapaian yang dan meningkatkan kredibilitas, memperluas koneksi, dan meningkatkan kepercayaan konsumen.

Lalu, bagaimana caranya? Anda perlu menampilkan citra perusahaan sesuai portofolio, menguatkan website, memaksimalkan media sosial, dan strategi marketing yang handal. Jika diperlukan, bangun networking dan berkolaborasi dengan influencer, selebgram, atau blogger.

Itulah beberapa strategi pemesanan online untuk meningkatkan bisnis yang dapat Anda coba terapkan. Satu hal yang pasti, keberhasilan bisnis online dimulai dari kesiapan perusahaan dalam menghadapi perubahan dan kemajuan zaman yang sudah berbasis digital.

Implementasi Perfect Store Untuk Meningkatkan Penjualan

Pada artikel sebelumnya, kita sudah membahas apa itu Perfect Store dan mengapa pelaku bisnis FMCG harus menerapkannya. Definisi Perfect Store adalah toko dimana 6P (Product, Pack, Placement, Promotion, Price & Proposition) diterapkan dengan sempurna. Tujuannya agar pelanggan mendapat pengalaman belanja maksimal yang kemudian mendorong peningkatan pembelian barang. Perfect Store penting dalam industri FMCG karena mampu menyelaraskan profil setiap toko dengan kondisi pasar, serta merupakan cara menjangkau lebih banyak pelanggan.

 

implementasi perfect store1

sumber : unsplash.com

Pada dasarnya Perfect Store adalah toko yang menyajikan pengalaman berbelanja yang nyaman bagi konsumen. Konsep ini dapat diimplementasikan dengan bantuan pengecer dan agen/perwakilan penjualan mendorong membangun citra merek Konsep ini memang lahir dari perusahaan FMCG multinasional, dengan istilah yang berbeda-beda sepertiPerfect Store” oleh Unilever, “Golden Store” oleh P&G, “RED – Right Execution Daily” oleh Coca-Cola serta “Eksekusi Tanpa Cela (Flawless Execution)” oleh PepsiCo.

  • Lalu, bagaimana implementasi terbaik Perfect Store agar dapat membantu meningkatkan penjualan?

implementasi perfect store2

sumber : freepik.com

    1. Mengetahui Pola Perilaku Konsumen

Perusahaan yang bergerak di produk FMCG kerap melakukan riset untuk mengetahui pola perilaku konsumennya, salah satunya bagaimana pergerakan atau lintasan konsumen di dalam toko. Dengan mengetahui pola-pola impulsif pelanggan dalam berbelanja, pemilik merek dapat menentukan dimana posisi ideal produknya pada masing-masing toko. Contoh sederhana, seorang Ibu bisa jadi masuk ke minimarket hanya untuk membeli roti, namun karena disamping rak roti ada selai dan mentega, Ia pun secara impulsif membeli dua barang itu. Begitu juga barang-barang kebersihan di dalam rumah, selalu berada pada kelompoknya. Tidak heran juga, di dekat pembersih noda terdapat kain lap yang digantung begitu saja. Semua hal tersebut pada dasarnya untuk mendorong sikap impulse buying.

    1. Menerapkan 5P dengan sempurna

 

Product, Placement, Promotion, Price, Pack dan Proposition (6P) merupakan hal paling mendasar dalam implementasi Perfect Store.

Produk (product) yang ditempatkan di toko sangatlah penting. Tidak semua toko perlu menjual produk yang sama, banyak faktor pertimbangan lokasi toko terbaik untuk masing-masing produk. Pendekatan dengan target pengunjung setiap wilayah toko dapat membantu menciptakan basis pembelanja setia. Ketersediaan produk juga perlu diperhatikan. Untuk barang-barang dengan sifat substitusi yang tinggi, saat produk kita terlambat sampai atau kosong, dapat menyebabkan konsumen berpindah ke merek kompetitor.

Dari sisi “placement” sangat penting dipikirkan, dimana produk diletakkan pada toko agar memancing pembelian baru. Contoh kita sering sekali melihat di kasir terdapat mainan dan makanan anak. Pemilik toko memahami, orang tua yang berbelanja membawa anak, akan menghabiskan waktu saat antri membayar. Saat itulah, fokus mata anak akan tertuju pada barang-barang di depan kasir yang mendorong terjadinya pembelian.

Sementara itu, promotion dan price merupakan dua hal yang tidak terpisah. Promotion dapat berupa pengurangan harga, bundling dengan produk—produk lain, program hadiah atau inisiatif-inisiatif lain. Sementara penentuan harga adalah bagaimana barang tetap kompetitif, mengingat konsumen FMCG adalah konsumen yang cukup sensitif terhadap harga.

Kemasan atau packaging turut menentukan keputusan pembelian dari konsumen. Untuk itu sangat perlu dikembangkan kemasan yang menarik sesuai target pasar produk masing-masing. Terakhir adalah proposition, yaitu bagaimana produsen menentukan posisi produknya dibandingkan kompetitor, didalamnya termasuk keunikan serta “janji” apa yang diberikan kepada konsumen.

    1. Kembangkan Key Performance Indicators

Setiap toko ritel harus menentukan standar Perfect Store nya sendiri. Semua tergantung pada target pasar, saluran distribusinya dan lain-lain. Tetapi secara keseluruhan, bahwa terdapat 4 Key Performance Indicators (KPI) utama yang mempengaruhi keputusan pembeli, dan untuk itu Anda harus menentukan target yang jelas.

Empat KPI tersebut yaitu,

      1. Availability yang meliputi ketersediaan produk, variasi produk, penjelasan out of stock.
      2. Visibility yang meliputi bagaimana produk ditampilkan, bagian dan tingkatan rak, planogram, serta tata letak tampilan.
      3. Display yang meliputi (Jumlah produk ditampilkan, penempatan etalase, pengenalan produk baru/NPI serta program promo.
      4. Value yang meliputi harga, perceived value, rekomendasi.

Keempat KPI tersebut harus dapat dimonitor dengan baik, agar penerapan Perfect Store berjalan dengan optimal.

Apa itu Perfect Store dan Bagaimana Cara Menerapkannya?

Apaitu penerapan Perfect Store? Saat berbelanja ritel ke toko, pernahkah kita berpikir bagaimana pekerja toko mengatur penempatan barang-barang di outlet? Apakah hanya dikelompokkan berdasarkan jenisnya, seperti makanan dan alat kebersihan pada tempat sendiri. Namun, sering kali kita melihat beberapa merek yang diletakkan pada rak-rak terdepan, sementara ada merek lain untuk jenis serupa yang diletakkan di belakang.

 

sumber : unsplash.com

  • Bagaimana bisa demikian?

Salah satu kebutuhan menghadapi kompetisi bisnis ritel adalah pemetaan penempatan strategis produk-produk di outlet, yang mudah menarik perhatian konsumen dan akan berdampak langsung pada peningkatan penjualan. Perfect store adalah metode yang mengakomodir kegiatan tersebut. Definisi Perfect store adalah toko dimana 6P (Product, Pack, Placement, Promotion, Price & Proposition) diterapkan dengan sempurna. Tujuannya agar pelanggan mendapat pengalaman belanja maksimal yang kemudian mendorong peningkatan pembelian barang. Perfect Store penting dalam bisnis FMCG karena mampu menyelaraskan profil setiap toko dengan kondisi pasar, serta merupakan cara menjangkau lebih banyak pelanggan.

Penggunaan terminologi yang dipakai berbeda-beda untuk setiap perusahaan FMCG, namun sebenarnya merujuk pada kegiatan yang sama. “Perfect Store” digunakan oleh Unilever, “Golden Store” oleh P&G, “RED –Right Execution Daily” – oleh Coca-Cola, “Flawless Execution” oleh PepsiCo dan “Pictures of Success” oleh Belfoods dan Sinarmas.

  • Penerapan Perfect Store

Penerapan Perfect Store bisa berbeda untuk tiap outlet. Seorang salesman atau salesforce harus mengetahui karakter setiap toko untuk menerapkan Perfect Store dengan baik. Beberapa faktor pertimbangan yang harus dianalisis dengan matang di setiap toko diantaranya:

  1. Bagaimana pengelompokan barang yang sesuai?
  2. Bagaimana strategi harga dan promosi yang terbaik?
  3. Dimana lokasi terbaik produk Anda di dalam toko?
  4. Bagaimana display terbaik?

Selain itu, prinsipal atau distributor juga harus mengetahui karakter pengunjung setiap toko. Karakter disini seperti bagaimana mereka memilih produk, bagaimana rute pengunjung saat memutari toko, termasuk bagaimana respon mereka terhadap promo-promo yang adalah di dalam toko. Pola pelayanan toko juga sangat mempengaruhi keputusan pembelian. Ini juga dapat menjadi pertimbangan distributor dalam memutuskan toko mana yang paling tepat untuk menjual produknya.

sumber : unsplash.com

Bagi pebisnis FMCG yang baru akan menerapkan Perfect Store, pola utama yang harus dilihat adalah saat pelanggan memasuki toko. Umumnya, mereka akan tertarik terhadap barang-barang yang mendapat display besar, di tempat strategis atau mendominasi. Kemudahan mendapatkan barang di rak juga sangat penting, misalnya satu merek mendapat posisi hingga 2-3 baris dalam satu rak sehingga posisinya terlihat dominan dan mencolok pandangan mata. Peluang pembelian umumnya akan lebih besar untuk produk-produk dengan display seperti ini.

Namun tugas toko tidak hanya membuat mereka membeli produk tersebut, namun bagaimana mereka memenuhi keranjang belanjanya lebih banyak lagi atau bagaimana “impulse buying” terjadi pada setiap konsumen. Agar impulse buying terjadi, maka toko perlu merancang strategi lain seperti promosi diskon,promosi bundling atau promosi member club.

Penerapan Perfect Store harus dibarengi dengan pengumpulan data yang akurat. Data-data ini akan menjadi dasar pengambilan keputusan untuk berbagai strategi penyempurnaan penerapan berikutnya atau implementasi yang sama di toko toko yang lain.