Setelah sukses dengan peluncuran mCloud Helix sebagai solusi Virtual Private Cloud untuk Enterprise pada Februari 2012 lalu, PT. Pratesis kembali memperkenalkan solusi layanan cloud terbaru yaitu DynaLabs Public Cloud, hasil kerjasama dengan Morphlabs Inc.–sebuah perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat dan Filipina yang merupakan pionir dalam memberikan layanan cloud computing dan solusi Dynamic Infrastructure Services (DIS)

Layanan DynaLabs Public Cloud yang dalam waktu dekat akan segera diluncurkan dan ditawarkan secara komersial ini memiliki sejumlah keunggulan, diantaranya:

  1. Local access time yang sangat cepat dibandingkan dengan layanan Public Cloud yang berasal dari luar negeri seperti AWS, Rackspace, dan sebagainya, karena infrastruktur yang berada di Indonesia;
  2. Menggunakan SSD sebagai salah satu kunci infrsatruktur DynaLabs Public Cloud yang dapat memberikan keunggulan dalam hal kecepatan untuk memproses aplikasi yang dikembangkan;
  3. Dapat diakses dan digunakan oleh siapa saja;
  4. Mudah dalam proses pendaftaran dan proses pembayarannya, karena DynaLabs akan menggandeng beberapa Bank sebagai mitra;
  5. Dan kesemuanya itu akan ditawarkan dengan harga yang cukup bersaing dibandingkan dengan layanan serupa yang ada saat ini.

“Kami mempunyai visi untuk menjadikan layanan Public Cloud ini menjadi sebuah layanan Public Cloud dengan mutu layanan yang bisa go internasional, dan tidak terbatas hanya untuk market local Indonesia saja,” tegas Singgih Tjahjono, Presiden Direktur PT Pratesis.

DynaLabs menargetkan para application developer, para solution provider, para system integrator, dan para entrepreneur/start-up company di bidang application development sebagai pengguna utama layanan Public Cloud ini.

Menggelar Devathon (Developers Marathon)

dynadev

Developer’s Marathon

Guna memberikan experience para developers untuk mencoba (test drive) DynaLabs Public Cloud, maka Morphlabs dan Pratesis akan menggelar ajang Devathon (Developers Marathon), pada 21 Maret 2013 mulai pukul 9:00 hingga 22:00 di Planet Hollywood, Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta.

“Dengan tersedianya Public Cloud dari DynaLabs, yang akan di-test drive kemampuannya pada event Devathon ini, DynaLabs saat ini menjadi satu-satunya  yang menyediakan layanan Cloud Computing yang lengkap untuk memenuhi kebutuhan para pelanggan yang beragam, yaitu: DynaHelix dan DynaSuper Helix untuk layanan Private Cloud, dan layanan Public Cloud kami yang terbaru,” ujar Singgih.

Melalui Devathon ini para developer ditantang untuk membangun sebuah aplikasi, dan mengimplementasikannya (deploy) di platform Public Cloud milik DynaLabs. Selanjutnya mereka akan diminta untuk mempresentasikan aplikasi yang mereka buat dihadapan para dewan juri, dalam kurun waktu yang telah ditentukan, yakni 9 jam. Peserta juga diperkenankan membawa aplikasi yang telah dibuat sebelumnya. Namun diwajibkan untuk menggunakan tools dan jasa layanan cloud yang disediakan, dan tentunya akan dikenakan penilaian khusus. Juga, jenis dan tujuan dari aplikasi tidak dibatasi, selama secara teknis dapat di-cloud-kan.

Penjurian akan dilakukan oleh Winston L. Damarillo, CEO dan co-founder Morphlabs serta tim dari Dynalabs.

Tentang DynaLabs

DynaLabs adalah penyedia jasa cloud computing yang sejak awal tahun 2012 telah menawarkan jasa cloud computing dengan DynaSuper Helix sebagai Hosted Virtual Private Cloud (Dynamic Infrastructure Services or DIS) yang colocated di Cyber CSF. DynaHelix sebagai Enterprise Private Cloud merupakan satu cloud appliance dengan pilihan kapasitas 20, 80 atau 200 vCPU, 3 atau 4TB storage dalam ukuran 2U. DynaHelix dapat ditempatkan di Data Center pelanggan atau di Data Center mitra Pratesis (Cyber CSF) dan tersambung ke lokal internet loop melalui jaringan Interlink.

 

 

Tags:

Leave a Reply